Perbedaan Genteng Metal, Beton, Keramik, Tanah Liat

Untuk mendirikan sebuah bangunan terdapat komposisi penting yang ada didalam sebuah bangunan yaitu pondasi, badan bangunan dan juga struktur atas atau atap. Dalam tiap komponen tersebut memberikan pengaruh besar dalam sebuah pembangunan, termasuk bagian atap. Pada bagian penutup sebuah sendiri juga terdapat banyak sekali komponen untuk terlihat sempurna yaitu ada kerangka atap dan juga genteng. Modern ini sudah banyak diproduksi genteng yang menggunakan bahan baku genteng yang berbasis teknologi modern yang menggunakan mesin yang canggih.

Perkembangan genteng sendiri bermula di tahun 1920-an yang digunakan oleh masyarakat Indonesia. Tujuan dari penutup badan rumah adalah untuk melindungi rumah terhadap perubahan cuaca yang terjadi seperti hujan, angin, panas dan sebagainya. Penggunaan genteng sebagai atap rumah tidak hanya mampu melindungi dari ketahanan cuaca namun juga ketahanan dari genteng itu sendiri. Masyarakat Indonesia sendiri ada beberapa jenis genteng yang populer digunakan, beberapa diantaranya adalah genteng beton, keramik, metal, dan juga tanah liat.

Perbedaan Genteng Metal, Beton, Keramik dan Tanah Liat

Tiap masing-masing jenis penggunaan dari atap bangunan tersebut memiliki sifat ketahanan dan juga harga genteng yang berbeda-beda. Misalnya saja untuk harga genteng tanah liat diklaim lebih murah dibanding dengan menggunakan beton. Hal ini yang memberikan kualitas yang berbeda pada tiap masing-masing material dari genteng itu sendiri. Selain itu, juga akan disesuaikan dengan kebutuhan dan juga kemampuan pengguna dalam memilih material genteng.

Secara kualitas atap rumah sendiri tidak hanya bergantung pada jenis atapnya saja, melainkan juga rangka atap dari genteng itu sendiri. Secara umum ada beberapa pilihan yang menjadi favorit masyarakat dalam mengaplikasikan atau pemasangan genteng. Ada yang menggunakan kerangka kayu, rangka atap baja ringan, dan yang lainnya. Beberapa jenis genteng yang dianggap memiliki struktur yang kuat adalah genteng dengan material beton. Hal ini dikarenakan genteng beton juga menggunakan tekhnik cor sebagai ketahanan pelindung atap yang kuat. Adanya beberapa kelebihan dan kekurangan genteng beton, tanah liat, keramik dan metal, maka kami akan memberikan penjelasan lebih lengkap berikut ini.

Genteng Metal

Jenis genteng yang utama adalah genteng metal yang secara fisik memang tidak jauh beda dengan genteng pada umumnya. Genteng Metal terbuat dari beberapa campuran material logam seperti zincalume, baja ringan, dan galvanis. Disisi lain juga terdapat dua jenis genteng metal yang umum dijual di pasaran yaitu genteng polos dan genteng berpasir. Keunggulan dari genteng metal berpasir adalah mampu menahan panas matahari dan meredam suara air hujan lebih baik dari pada genteng metal yang polos. Kelebihan genteng metal adalah tahan terhadap jamur, tidak mudah pecah dan ringan. Akan tetapi, kekurangan genteng metal yaitu mudah korosi atau tidak tahan cuaca dan juga cat yang sering mengelupas.

Genteng Beton

Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa genteng beton memiliki struktur yang cukup kuat dibanding dengan yang lain. Genteng beton yang merupakan penutup atap yang terbuat dari semen dan juga pasir yang di campur dengan menggunakan pigmen berwarna. Penggunaan genteng beton sendiri sudah lama diaplikasikan di beberapa negara-negara besar di Eropa, terlebih di Jerman yang lebih dulu menggunakan dibanding Indonesia. Kelebihan genteng beton adalah tahan terhadap serangan biologis Artinya genteng beton sendiri mampu meredam suara, tahan dalam segala cuaca dan yang lainnya. Namun kekurangan genteng beton selain harga genteng yang mahal, yaitu memiliki bobot berat sehingga proses pemasangan yang membutuhkan waktu lama.

Genteng Keramik

Jika secar a umum keramik hanya digunakan sebagai alas lantai, namun saat ini material keramik bisa digunakan menjadi genteng. Secara umum genteng keramik memiliki bahan material yang sama dengan genteng tradisional, yakni terbuat dari tanah liat. Namun yang membedakan adalah proses pembuatan yang harus dicetak dan dipress menggunakan peralatan modern dengan proses pemanasan pada suhu 100 C. Dengan ketahanan yang tidak mudah terbakar serta cat yang bertahan lama, itulah yang menjadi kelebihan genteng keramik ini. Akan tetapi beberapa pengguna juga mengeluhkan jika genteng keramik membutuhkan struktur kerangka yang kuat dengan harga yang mahal. Disisi lain genteng keramik juga tidak cocok untuk diterapkan dirumah minimalis.

Genteng Tanah Liat

Sudah tidak asing lagi bahwa genteng yang berbahan dasar tanah liat ini paling banyak digunakan di Indonesia. Sama seperti namanya dimana genteng ini terbuat dari bahan tanah liat yang kemudian dicetak kemudian dibakar menggunakan tungku tradisional. Proses pembuatan genteng yang tradisional ini membuat genteng memiliki kekuatan, kepresisian dan kerapihan yang cukup baik. Dengan kelebihan genteng tanah liat yang ramah lingkungan dan tidak panas membuat genteng ini banyak diminati. Selain itu harga genteng tanah liat sendiri juga murah dibanding dengan yang lainnya. Akan tetapi yang menjadikan genteng tanah liat mulai berkurang peminatnya adalah cat mudah terkelupas dan sistem pemasangan yang rumit.

Tinggalkan komentar