Membedakan Rangka Baja Ringan dan Kayu

Untuk membangun sebuah rumah, tentunya harus dilakukan perencanaan yang matang dalam melaksanakan proses pembangunan. Mulai dari desain pembangunan dan juga pemilihan material yang digunakan harus diperhatikan. Untuk membuat struktur bangunan yang kokoh, maka jenis bahan bangunan yang dipilih juga harus memiliki kualitas yang bagus. Salah satu bagian rumah yang tidak terlepas dari pemilihan bahan material adalah struktur kerangka atap. Di Indonesia ada 2 jenis kerangka atap yang familiar digunakan dalam membangun struktur kerangka atap yaitu menggunakan baja ringan dan kayu. Dari kedua jenis material tersebut masyarakat saat ini mampu memilih dengan kebutuhan pembangunan yang di inginkan.

Bahan material kayu sebelumnya menjadi pilihan material pembangunan. Mulai dibuat kayu balok, usuk reng dan dibuat juga sebagai kerangka atap bangunan. Pemilihan materialnya juga ada beberapa jenis kayu saja yang bisa digunakan yaitu kayu jati, akasia, sengon dan mohoni. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan struktur kayu yang kuat untuk menopang genteng. Penggunaan kerangka atap kayu juga menjadi pilihan para tukang yang mudah dibentuk karena sifatnya yang fleksibel. Dalam hal ini diketahui sampai sekarang pun kelebihan rangka atap kayu juga masih diperhitungkan. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, penggunaan bahan material kayu pun mulai tergeser dengan baja ringan yang ketersediaanya pun juga mudah ditemukan.

perbedaan atap rangka baja ringan kayu

Kerangka atap baja ringan mulai populer digunakan di era modern seperti saat ini. Perlu diketahui bahwa rangka atap baja ringan yang diproduksi di Indonesia menggunakan bahan dasar baja dengan kekuatan dengan G-550 Mpa atau sebanding dengan 5500 Megapascal. Selain itu atap baja ringan yang umum digunakan memiliki profil penampang C, profil penampang L dan hollow (kotak). Penggunaan atap baja ringan memiliki struktur yang sama kuat dengan kayu. Disisi lain penggunaan jenis genteng pun juga bisa dipasang dengan kerangka baja ringan seperti genteng metal dan keramik. Maka dari itu, untuk melihat beberapa perbedaan penggunaan kerangka atap baja ringan dan kayu, bisa melihat pemaparannya berikut ini.

Perbedaan Rangka Atap Baja Ringan dan Kayu

Perbandingan Material

Jika dilihat dari bahan baku dasar yang digunakan, maka kayu dan baja ringan merupakan sesuatu material bangunan yang memiliki sisi kelebihan dan kekurangan. Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya bahwa kerangka atap kayu memiliki struktur yang lebih fleksibel dibandingkan dengan baja. Akan tetapi pemasangan dan juga pemasokan kayu juga semakin berkurang. Dengan hadirnya kerangka atap baja ringan membuat sejumlah tukang bangunan merasa diuntungkan. Hal ini berkaitan dengan proses pemasangan yang lebih mudah dan cepat serta dalam jangka kedepan bahan material baja masih berpeluang besar.

Daya Tahan

Perbedaan atap kerangka kayu dan baja ringan lainnya terletak pada kekuatan ketahanan material tersebut. Seperti yang diketahui bahwa kayu mempunyai kekuatan yang lebih baik serta ringan. Akan tetapi kayu memiliki ukuran dan bentuk yang tidak homogen sehingga mudah menyusut dan memuai bentuknya karena efek cuaca. Berbeda dengan baja ringan yang masih tahan dengan kondisi cuaca. Selain itu kerangka atap baja ringan juga tidak bisa dimakan rayap dan juga korosi.  Sehingga kekuatan struktur carboon steel ini sendiri yang lebih bagus dan proposional. Namun pemasangan kerangka baja tidak disarankan dekat pantai karena sifat air asin membuat lebih cepat korosi.

Perbedaan Harga

Jika berbicara mengenai perbedaan harga kerangka kayu dan atap baja ringan sangat berbeda jauh. Telebih untuk material kayu saat ini sedang mengalami fluktuasi. Beberapa penyebabnya dikarenakan pasokan kayu yang ada dihutan produksi tidak seimbang dengan reboisasi yang dilakukan. Berbeda dengan harga kerangka atap baja ringan yang lebih murah. Hal tersebut berkaitan dengan produksi yang lebih cepat dengan material yang mudah ditemukan. Disisi lain efisiensi dalam pemasangan pun juga diperhitungkan mengingat kerangka atap baja ringan lebih cepat dibanding dengan material kayu.

Baca Juga: Harga Baja Ringan

Adanya beberapa perbedaan rangka atap baja ringan dan kayu diatas bisa dijadikan alternatif pilihan untuk menggunakan bahan material yang diinginkan. Keduanya memiliki kesamaan dalam hal ketahanan jika mengetahui penempatan dan pemeliharaan yang bagus. Bagi yang menggunakan material kayu sebagai kerangka atap, maka harus dilakukan perawatan seperti cat anti rayap agar tidak cepat keropos. Selain itu pemilihan jenis kayu juga harus diperhatikan mengingat banyak sekali pemasok kayu dengan kualitas rendah. Begitu dengan rangka atap baja ringan yang juga harus mengetahui kekurangannya. Walaupun harga kerangka atap baja ringan jauh lebih murah dibandingkan dengan kayu.

Sharing is caring!

Kategori Tips

Tinggalkan komentar

shares